4. Data yang terkait dengan service seperti SMS, setingan bahasa, dan lainnya
2. Base Station Sub-system (BSS).
Pada umumnya Base Station Sub-system terdiri dari 2 komponen yaitu:
a. Base Transceiver Station (BTS).
BTS adalah perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan Mobile Station melalui air interface. BTS berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal komunikasi dari atau ke Mobile Station yang menyediakan radio interface antara Mobile Station dan jaringan GSM. Bentuk pisik sebuah BTS adalah tower yang dilengkapi antena sebagai transceiver. Sebuah BTS dapat mengcover area sejauh 35 km. Area cakupan BTS disebut juga dengan cell.
b. Base Station Controller (BSC).
BSC adalah perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS secara hirarki yang berada di bawahnya. BSC mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Melakukan fungsi radio resource management pada BTS-BTS yang ada di bawahnya.
2. Mengontrol proses handover inter BSC dan juga ikut serta dalam proses handover intra BSC.
3. Ikut terlibat dalam proses Call Control seperti call setup, routing, mengontrol dan men-terminate call.
4. Mengontrol sinyal-sinyal yang diterima dari Mobile Station yang bergerak, agar tidak terjadi saling overlap.
3. Network Sub-System.
Pada umumnya network Sub-System terdiri dari:
a. Mobile Switching Center (MSC).
Merupakan elemen central dalam sebuah jaringan GSM. Semua hubungan baik voice call maupun transfer data yang dilakukan oleh mobile subscriber selalu menggunakan MSC sebagai pusat pembangunan hubungan. MSC mempunyai fungsi sebagi berikut:
1. Switching dan Call Routing
2. Charging
3. Berkomunikasi dengan network elemen lainnya.
4. Mengontrol BSC yang terhubung dengannya.
b. Home Location Register (HLR)
HLR adalah network elemen yang berfungsi sebagai sebuah database untuk penyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan yang tersimpan secara permanen tidak tergantung posisi pelanggan. Informasi-informasi yang disimpan di HLR adalah:
1. Identitas pelanggan (IMSI, MSISDN).
2. Supplementary service pelanggan.
3. Informasi lokasi pelanggan terakhir.
4. Informasi authentikasi pelanggan.
c. Visitor Location Register (VLR)
VLR merupakan network elemen yang berfungsi sebagai sebuah database yang menyimpan data dan informasi pelanggan, dimulai pada saat pelanggan memasuki suatu area yang bernaung dalam wilayah MSC VLR tersebut. Setiap MSC akan memiliki 1 VLR sendiri. Informasi yang ada di dalam VLR merupakan duplikat dari informasi pelanggan yang ada di HLR-nya. VLR bertindak sebagai database pelanggan yang bersifat dinamis, karena akan selalu berubah setiap waktu mengikuti pergerakan pelanggan.
d. Authentication Center (AuC)
AuC menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa keabsahan pelanggan, sehingga usaha untuk mencoba mengadakan hubungan pembicaraan yang tidak sah dapat dihindarkan. AuC juga berfungsi untuk menghindarkan adanya pihak ke tiga yang secara tidak sah mencoba untuk menyadap pembicaraan. AuC menyimpan informasi mengenai authentication dan chipering key pelanggan yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan AuC memerlukan kapasitas memori yang sangat besar, sehingga wajar apabila GSM memerlukan kapasitas memori yang berar juga.
3. Berkomunikasi dengan network elemen lainnya.
4. Mengontrol BSC yang terhubung dengannya.
b. Home Location Register (HLR)
HLR adalah network elemen yang berfungsi sebagai sebuah database untuk penyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan yang tersimpan secara permanen tidak tergantung posisi pelanggan. Informasi-informasi yang disimpan di HLR adalah:
1. Identitas pelanggan (IMSI, MSISDN).
2. Supplementary service pelanggan.
3. Informasi lokasi pelanggan terakhir.
4. Informasi authentikasi pelanggan.
c. Visitor Location Register (VLR)
VLR merupakan network elemen yang berfungsi sebagai sebuah database yang menyimpan data dan informasi pelanggan, dimulai pada saat pelanggan memasuki suatu area yang bernaung dalam wilayah MSC VLR tersebut. Setiap MSC akan memiliki 1 VLR sendiri. Informasi yang ada di dalam VLR merupakan duplikat dari informasi pelanggan yang ada di HLR-nya. VLR bertindak sebagai database pelanggan yang bersifat dinamis, karena akan selalu berubah setiap waktu mengikuti pergerakan pelanggan.
d. Authentication Center (AuC)
AuC menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa keabsahan pelanggan, sehingga usaha untuk mencoba mengadakan hubungan pembicaraan yang tidak sah dapat dihindarkan. AuC juga berfungsi untuk menghindarkan adanya pihak ke tiga yang secara tidak sah mencoba untuk menyadap pembicaraan. AuC menyimpan informasi mengenai authentication dan chipering key pelanggan yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan AuC memerlukan kapasitas memori yang sangat besar, sehingga wajar apabila GSM memerlukan kapasitas memori yang berar juga.
e. Equipment Identity Registration (EIR).
EIR memuat data-data peralatan pelanggan (ME) yang diidentifikasikan dengan IMEI. Data ME yang disimpan di EIR dapat dibagi menjadi 3 kategori:
1. Peralatan yang diijinkan untuk mengadakan hubungan pembicaraan kemanapun.
2. Peralatan yang dibatasi dan hanya diijinkan mengadakan hubungan pembicaraan ke tujuan terbatas.
3. Peralatan yang sama sekali tidak diijinkan untuk berkomunikasi.
Sebenarnya keberadaan EIR belum distandarisasi secara penuh, sehingga belum dioperasikan oleh semua operator. Di Indonesia sendiri masih belum ada operator yang mengimplementasikan EIR. Sebab jika EIR digunakan, operator dapat melakukan pemblokiran terhadap handset atau handphone yang digunakan pelanggan. Sehingga apabila ada handset pelanggan yang hilang, pelanggan dapat mengajukan pemblokiran terhadap handsetnya agar tidak dapat digunakan lagi oleh orang lain. Pengimplementasian EIR dapat mengurangi kasus-kasus pencurian handphone.
4. Operation and Support System (OSS)
Operation and Support System (OSS) sering juga disebut dengan OMC (Operation and Maintenance Centre) adalah sub system GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendali dan maintenance perangkat (network element) GSM yang terhubung dengannya. Tiap-tiap network element akan mempunyai perangkat OMC-nya sendiri-sendiri. OMC memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Fault Management yaitu memonitor keadaan atau kondisi tiap-tiap network element yang terhubung dengannya.
2. Configuration Management yaitu sebagai interface untuk melakukan atau merubah configurasi network element yang terhubung dengannya.
3. Performance Management yaitu memonitor performance dari network element yang terhubung dengannya.
EIR memuat data-data peralatan pelanggan (ME) yang diidentifikasikan dengan IMEI. Data ME yang disimpan di EIR dapat dibagi menjadi 3 kategori:
1. Peralatan yang diijinkan untuk mengadakan hubungan pembicaraan kemanapun.
2. Peralatan yang dibatasi dan hanya diijinkan mengadakan hubungan pembicaraan ke tujuan terbatas.
3. Peralatan yang sama sekali tidak diijinkan untuk berkomunikasi.
Sebenarnya keberadaan EIR belum distandarisasi secara penuh, sehingga belum dioperasikan oleh semua operator. Di Indonesia sendiri masih belum ada operator yang mengimplementasikan EIR. Sebab jika EIR digunakan, operator dapat melakukan pemblokiran terhadap handset atau handphone yang digunakan pelanggan. Sehingga apabila ada handset pelanggan yang hilang, pelanggan dapat mengajukan pemblokiran terhadap handsetnya agar tidak dapat digunakan lagi oleh orang lain. Pengimplementasian EIR dapat mengurangi kasus-kasus pencurian handphone.
4. Operation and Support System (OSS)
Operation and Support System (OSS) sering juga disebut dengan OMC (Operation and Maintenance Centre) adalah sub system GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendali dan maintenance perangkat (network element) GSM yang terhubung dengannya. Tiap-tiap network element akan mempunyai perangkat OMC-nya sendiri-sendiri. OMC memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Fault Management yaitu memonitor keadaan atau kondisi tiap-tiap network element yang terhubung dengannya.
2. Configuration Management yaitu sebagai interface untuk melakukan atau merubah configurasi network element yang terhubung dengannya.
3. Performance Management yaitu memonitor performance dari network element yang terhubung dengannya.
4. Inventory Management yaitu di dalam database OMC terdapat informasi tentang aset yang berupa network element seperti jumlah dan konfigurasi seluruh network element dan juga kapasitas network element.
2.3. Manfaat GSM
GSM sebagai sistem komunikasi selular digital memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak disbanding dengan sitem analog. GSM mempunyai keunggulan sebagai berikut :
1. Kapasitas sistem lebih besar karena menggunakan teknologi digital.
2. Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantar suara tetapi memungkinkan servis lain seperti teks, gambar dan video.
3. Keamanan istem yang lebih baik.
4. Kualitas suara jernih dan peka.
5. Dapat dibawa ke mana-mana (mobile).
Keunggulan GSM yang sangat beragam ini membuat sistem ini menjadi sistem telekomunikasi selular dengan pengguna terbesar di dunia.
2.3. Manfaat GSM
GSM sebagai sistem komunikasi selular digital memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak disbanding dengan sitem analog. GSM mempunyai keunggulan sebagai berikut :
1. Kapasitas sistem lebih besar karena menggunakan teknologi digital.
2. Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantar suara tetapi memungkinkan servis lain seperti teks, gambar dan video.
3. Keamanan istem yang lebih baik.
4. Kualitas suara jernih dan peka.
5. Dapat dibawa ke mana-mana (mobile).
Keunggulan GSM yang sangat beragam ini membuat sistem ini menjadi sistem telekomunikasi selular dengan pengguna terbesar di dunia.
BAB III
CDMA
CDMA
3.1. Sejarah CDMA
Pada perang dunia ke-II teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) mulai ditemukan dan dikembangkan. Teknologi ini digunakan oleh pasukan militer Amerika yang melawan tentara Jerman. CDMA digunakan sebagai pengacak kode pesan rahasia agar tidak terlacak oleh tentara Jerman. Teknologi ini juga digunakan Amerika pada perang dunia ke-III melawan Irak. Melihat dari sejarahnya, maka tidak heran apabila CDMA memiliki tingkat keamanan dan kejernihan data yang lumayan tinggi.
CDMA selain mengacak juga mentranmisikan suara dalam kode-kode sehingga sama sekali tidak dapat disadap dan kode-kode ini sangat sulit untuk di lacak karena bersifat sangat acak. Teknologi ini juga sangat aman karena tidak dapat digandakan (dikloning), sehingga teknologi ini sangat cocok bagi kegunaan layanan telepon banking, seperti transfer dan cek saldo. CDMA merupakan teknologi selular generasi ke tiga atau yang dikenal dengan 3G.
3.2. Arsitektur Jaringan CDMA
Tahun 1995 Perusahaan Telekomunikasi Qualcomm mulai menggunakan CDMA untuk komersial. CDMA generasi pertama dikenal dengan CDMA one atau
2. Setiap user mempunyai pseudonoise code sendiri-sendiri.
3. Soft capacity limit yaitu performasi sistem akan berubah untuk semua pengguna begitu nomor pengguna meningkat.
4. Keterbatasan interface sehingga sangat diperlukan control daya yang lebih.
5. Kode sinyal yang diciptakan CDMA sangat sulit di pecahkan bahkan hamper tidak bias.
3.3. Manfaat CDMA
Teknologi CDMA memiliki berbagai keuntungan jika diaplikasikan dalam sistem seluler. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain:
1. CDMA hanya membutuhkan satu frekuensi untuk beberapa cell.
2. tidak membutuhkan equalizer untuk mengatasi gangguan spectrum sinyal.
3. dapat bergabung dengan metode akses lainnya.
4. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi.
5. memiliki kapasitas yang halus untuk membatasi para pengguna akses.
6. memiliki proteksi dari proses penyadapan.
3. Soft capacity limit yaitu performasi sistem akan berubah untuk semua pengguna begitu nomor pengguna meningkat.
4. Keterbatasan interface sehingga sangat diperlukan control daya yang lebih.
5. Kode sinyal yang diciptakan CDMA sangat sulit di pecahkan bahkan hamper tidak bias.
3.3. Manfaat CDMA
Teknologi CDMA memiliki berbagai keuntungan jika diaplikasikan dalam sistem seluler. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain:
1. CDMA hanya membutuhkan satu frekuensi untuk beberapa cell.
2. tidak membutuhkan equalizer untuk mengatasi gangguan spectrum sinyal.
3. dapat bergabung dengan metode akses lainnya.
4. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi.
5. memiliki kapasitas yang halus untuk membatasi para pengguna akses.
6. memiliki proteksi dari proses penyadapan.
BAB IV
PENUTUP
PENUTUP
Melihat dari pembahasan tentang GSM dan CDMA di atas dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:
1. tidak bisa dikatakan bahwa GSM lebih baik dari CDMA ataupun sebaliknya tetapi yang pasti penggunaan CDMA dirasakan lebih aman di banding dengan GSM dikarenakan pada CDMA memiliki proteksi yang sangat tinggi sehingga akan sangat sulit untuk di sadap.
2. Kedua teknologi ini memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Langganan:
Postingan (Atom)
